METABOLISME
Besar kepala membekap hati
Saraf tiba dititik didih
Kata melesat Bagai peluruh
Merobek ketombe, muncrat seluruh
Tak mampu mengendalikan suasana
Udara membesuk rongga dada
Bau bangkai dibawa serta
Hidung membusuk dipenciuman
Katamu: aku adalah tamu!
Hemoglobin mengikat protein
Darah meneteng nutrisi
Segala hidup dan lengkap
Tata one, 12 september 2025
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kukutu
Kukutu Meloncat menemui kulit mu Merayap dalam selaput saraf Melatah tanpa bayang yang perlu Kukutu Menyusup sebagai angin senja Menyusut serupa ingatan Menguap menurut m
Kendali
Dengan ketentuan Kemerdekaan Kebebasan Kenikmatan Dengan kepedulian Tuli Bisu Lumpuh Dengan semangat Bisikan Lirikan Desahan Dengan ingin Tanpa malu
Raut
Dengan teriknya, dalam Aku temui dua bola mata Mendekam selama kenangan Dan belati mulai menyapa Dengan ringkusnya, ganas Ia melempar tatapan Memaksaku menumbuhkan ingatan
Bertumbuh
Tumbuhlah dengan semangat di antara gulma di cela batu di tanah gersang di dekap kemarau Tumbuhlah jangan sesak nafas radioaktif efek rumah kaca hutan terbakar penggusu
Mendaku
Pohon tua mengandung misteri Merawat kehidupan akbar Merelahkan dirinya sebagai rumah Mengikat hara dengan mesrah Pohon tua menampung kegetiran Asap timbul disetiap arah ma
PETAPA
Pohon tua mengandung misteri Merawat kehidupan akbar Merelahkan dirinya sebagai rumah Mengikat hara dengan mesrah Pohon tua menampung kegetiran Asap timbul disetiap arah ma
Lembar menguning
Setiap pagi mentari timbul Nyanyian indah kumbang menyambut Tari menari burung madu merayakan Embun terbangun menyentuh tanah Udara belum tercumbu polusi Sisa mimpi masih m
Metamorphosis (Keotok)
Bersoraklah Hujan menjarah dua hari Mentari tak begitu ganas baginya Dingin menyertai ketibaan dahulu Bermadalah Langit bercabang getir Tak tahu hangat bersembunyi Dimana
IKLAN
Berlari menembus Semak Anjing gonggong mengejar, ganas Bungga gulma melekat di baju partai Dan angin membawa bau badan Terik mentari menembus kulit Air Lemak Merembes Bag
SENGAU
Begitu rimbun dan angun Burung-burung bernyanyi di dahan Bunga-bunga merekah, ayu Aku menggenggam isi kepala Apa kabar? Penuh malu-malu Tersempuh mengunyah keadaan Aku me
