Mendaku
Pohon tua mengandung misteri
Merawat kehidupan akbar
Merelahkan dirinya sebagai rumah
Mengikat hara dengan mesrah
Pohon tua menampung kegetiran
Asap timbul disetiap arah mata angin
Bau bulu, daging terbakar mengudara
Ranting, daun menjelma abu
Pohon tua menangis piluh
Melihat hamparan kehancuran
Mendengar teriak pasrah kematian
Dan tak satupun menjadi pegangan
Pohon tua penuh kalut
“semoga hujan mengabulkan doa – doa petapa
menyucikan dan mengampuni kerakusan manusia
yang mati nurani, perasaan dan akalnya”. Ia memohon
Wua on’e, 17 September 2025
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kukutu
Kukutu Meloncat menemui kulit mu Merayap dalam selaput saraf Melatah tanpa bayang yang perlu Kukutu Menyusup sebagai angin senja Menyusut serupa ingatan Menguap menurut m
Kendali
Dengan ketentuan Kemerdekaan Kebebasan Kenikmatan Dengan kepedulian Tuli Bisu Lumpuh Dengan semangat Bisikan Lirikan Desahan Dengan ingin Tanpa malu
Raut
Dengan teriknya, dalam Aku temui dua bola mata Mendekam selama kenangan Dan belati mulai menyapa Dengan ringkusnya, ganas Ia melempar tatapan Memaksaku menumbuhkan ingatan
Bertumbuh
Tumbuhlah dengan semangat di antara gulma di cela batu di tanah gersang di dekap kemarau Tumbuhlah jangan sesak nafas radioaktif efek rumah kaca hutan terbakar penggusu
PETAPA
Pohon tua mengandung misteri Merawat kehidupan akbar Merelahkan dirinya sebagai rumah Mengikat hara dengan mesrah Pohon tua menampung kegetiran Asap timbul disetiap arah ma
Lembar menguning
Setiap pagi mentari timbul Nyanyian indah kumbang menyambut Tari menari burung madu merayakan Embun terbangun menyentuh tanah Udara belum tercumbu polusi Sisa mimpi masih m
Metamorphosis (Keotok)
Bersoraklah Hujan menjarah dua hari Mentari tak begitu ganas baginya Dingin menyertai ketibaan dahulu Bermadalah Langit bercabang getir Tak tahu hangat bersembunyi Dimana
IKLAN
Berlari menembus Semak Anjing gonggong mengejar, ganas Bungga gulma melekat di baju partai Dan angin membawa bau badan Terik mentari menembus kulit Air Lemak Merembes Bag
SENGAU
Begitu rimbun dan angun Burung-burung bernyanyi di dahan Bunga-bunga merekah, ayu Aku menggenggam isi kepala Apa kabar? Penuh malu-malu Tersempuh mengunyah keadaan Aku me
METABOLISME
Besar kepala membekap hati Saraf tiba dititik didih Kata melesat Bagai peluruh Merobek ketombe, muncrat seluruh Tak mampu mengendalikan suasana Udara membesuk rongga dada
