IKLAN
Berlari menembus Semak
Anjing gonggong mengejar, ganas
Bungga gulma melekat di baju partai
Dan angin membawa bau badan
Terik mentari menembus kulit
Air
Lemak
Merembes Bagai embun atas talas
Kapan tiba?; isi kepala mulai bertanya
Daun berguguran serupa hujan
Riang-riang bermada seakan teriak
Kini mata perih juga Lelah
Sampai kapan?; Kembali isi kepala bertanya
Letih
Lemas
Menguasai hingga tiba tiada
Selepas berharap berganti pupus
Menjarah cahya yang berkobar
Ditelan gulita nan baka
Tiada
Ya, tiada!
Tata one, 7 september 2025
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kukutu
Kukutu Meloncat menemui kulit mu Merayap dalam selaput saraf Melatah tanpa bayang yang perlu Kukutu Menyusup sebagai angin senja Menyusut serupa ingatan Menguap menurut m
Kendali
Dengan ketentuan Kemerdekaan Kebebasan Kenikmatan Dengan kepedulian Tuli Bisu Lumpuh Dengan semangat Bisikan Lirikan Desahan Dengan ingin Tanpa malu
Raut
Dengan teriknya, dalam Aku temui dua bola mata Mendekam selama kenangan Dan belati mulai menyapa Dengan ringkusnya, ganas Ia melempar tatapan Memaksaku menumbuhkan ingatan
Bertumbuh
Tumbuhlah dengan semangat di antara gulma di cela batu di tanah gersang di dekap kemarau Tumbuhlah jangan sesak nafas radioaktif efek rumah kaca hutan terbakar penggusu
Mendaku
Pohon tua mengandung misteri Merawat kehidupan akbar Merelahkan dirinya sebagai rumah Mengikat hara dengan mesrah Pohon tua menampung kegetiran Asap timbul disetiap arah ma
PETAPA
Pohon tua mengandung misteri Merawat kehidupan akbar Merelahkan dirinya sebagai rumah Mengikat hara dengan mesrah Pohon tua menampung kegetiran Asap timbul disetiap arah ma
Lembar menguning
Setiap pagi mentari timbul Nyanyian indah kumbang menyambut Tari menari burung madu merayakan Embun terbangun menyentuh tanah Udara belum tercumbu polusi Sisa mimpi masih m
Metamorphosis (Keotok)
Bersoraklah Hujan menjarah dua hari Mentari tak begitu ganas baginya Dingin menyertai ketibaan dahulu Bermadalah Langit bercabang getir Tak tahu hangat bersembunyi Dimana
SENGAU
Begitu rimbun dan angun Burung-burung bernyanyi di dahan Bunga-bunga merekah, ayu Aku menggenggam isi kepala Apa kabar? Penuh malu-malu Tersempuh mengunyah keadaan Aku me
METABOLISME
Besar kepala membekap hati Saraf tiba dititik didih Kata melesat Bagai peluruh Merobek ketombe, muncrat seluruh Tak mampu mengendalikan suasana Udara membesuk rongga dada
