INGATAN
Dan ku kalung setiap kenangan
Tak lagi sedih melanda
Juga duka menguras energi
Hanya ada tawa ria
Biarlah ku simpan senyum
Ku patri sebagai rahasia
Menetap di atas kepala
Berdiam di dalam saraf
Biar
Sedikit saja kugenggam
Menjadi nyanyian ceria
Membentuk nada nan berani
Yang kusendiri tahu
Tak perlu merebut laku
Tak ingin merai tiba
Sebab diam dan ingatan aadalah kehangatan
‘kan terus indah hingga nanti
Tata one, 4 september 2025
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kukutu
Kukutu Meloncat menemui kulit mu Merayap dalam selaput saraf Melatah tanpa bayang yang perlu Kukutu Menyusup sebagai angin senja Menyusut serupa ingatan Menguap menurut m
Kendali
Dengan ketentuan Kemerdekaan Kebebasan Kenikmatan Dengan kepedulian Tuli Bisu Lumpuh Dengan semangat Bisikan Lirikan Desahan Dengan ingin Tanpa malu
Raut
Dengan teriknya, dalam Aku temui dua bola mata Mendekam selama kenangan Dan belati mulai menyapa Dengan ringkusnya, ganas Ia melempar tatapan Memaksaku menumbuhkan ingatan
Bertumbuh
Tumbuhlah dengan semangat di antara gulma di cela batu di tanah gersang di dekap kemarau Tumbuhlah jangan sesak nafas radioaktif efek rumah kaca hutan terbakar penggusu
Mendaku
Pohon tua mengandung misteri Merawat kehidupan akbar Merelahkan dirinya sebagai rumah Mengikat hara dengan mesrah Pohon tua menampung kegetiran Asap timbul disetiap arah ma
PETAPA
Pohon tua mengandung misteri Merawat kehidupan akbar Merelahkan dirinya sebagai rumah Mengikat hara dengan mesrah Pohon tua menampung kegetiran Asap timbul disetiap arah ma
Lembar menguning
Setiap pagi mentari timbul Nyanyian indah kumbang menyambut Tari menari burung madu merayakan Embun terbangun menyentuh tanah Udara belum tercumbu polusi Sisa mimpi masih m
Metamorphosis (Keotok)
Bersoraklah Hujan menjarah dua hari Mentari tak begitu ganas baginya Dingin menyertai ketibaan dahulu Bermadalah Langit bercabang getir Tak tahu hangat bersembunyi Dimana
IKLAN
Berlari menembus Semak Anjing gonggong mengejar, ganas Bungga gulma melekat di baju partai Dan angin membawa bau badan Terik mentari menembus kulit Air Lemak Merembes Bag
SENGAU
Begitu rimbun dan angun Burung-burung bernyanyi di dahan Bunga-bunga merekah, ayu Aku menggenggam isi kepala Apa kabar? Penuh malu-malu Tersempuh mengunyah keadaan Aku me
