• SMA NEGERI 1 ADONARA TENGAH
  • SMATENG BERPRESTASI, BERKARAKTER DAN BERBUDAYA
  • smanegeri1adonaratengah@gmail.com
  • 081238179937/081236286193 (WA)
  • RSS
  • Pencarian

Harmoni Di Dusun Tada, Pulau Adonara: Cermin Toleransi Yang Menyejukkan

 

OLEH : HANNA ASLAMIA

SISWI KELAS X1 -F1 PROGRAM MIA

SMAN 1 ADONARA TENGAH

Di pelosok negeri, tersembunyi sebuah dusun kecil bernama Tada. Kampung ini berada di sebuah lembah yang subur. Pemandangannya sangat menyejukkan mata karena dikelilingi banyak sekali hasil kebun.

Di sana, tumbuh subur pohon-pohon kakao (cokelat), barisan pohon kelapa yang tinggi, dan pohon pinang. Ada juga kemiri, pala, dan berbagai jenis pohon pisang. Semua hasil alam itu membuat Dusun Tada menjadi tempat yang begitu sejuk dan makmur. Tapi, ada yang lebih istimewa dari sekadar pemandangannya. Yang istimewa adalah orang-orang yang tinggal di dalamnya. Masyarakat Dusun Tada terdiri dari dua keluarga besar: umat Katolik dan umat Islam.

Terletak di Wilayah pemerintahan Desa Wewit , Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur - NTT, Dusun ini mungkin tampak sederhana, namun di balik kesederhanaannya tersimpan nilai besar yang menjadi teladan bagi banyak orang, yaitu toleransi antarumat beragama. Di sana, kehidupan masyarakatnya berjalan dengan damai meskipun mereka memeluk keyakinan yang berbeda. Islam dan Katolik hidup berdampingan, bukan sebagai dua pihak yang berseberangan, melainkan sebagai satu keluarga besar yang saling memahami.

 

foto : Hanna,Tampak Gereja dan Masjid di Dusun Tada

Bagi masyarakat Dusun Tada, toleransi bukan hanya sekadar sikap sopan terhadap perbedaan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mereka percaya bahwa kedamaian hanya dapat tercipta jika setiap orang mampu menghargai keyakinan orang lain. Ketika umat Islam menunaikan ibadah dan merayakan hari besar seperti Idul Fitri atau Idul Adha, umat Katolik turut menjaga suasana agar tetap tenang. Tidak ada keributan, tidak ada suara yang mengganggu. Semua memahami bahwa pada saat itu, ada yang sedang beribadah dan perlu dihormati.

Toleransi di Dusun Tada tidak berhenti pada sikap menghormati, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Saat hari raya Idul Fitri tiba, umat Katolik akan menyiapkan makanan dan menyambut saudara Muslim mereka yang baru kembali dari shalat. Begitu juga sebaliknya, ketika Natal atau Paskah datang, umat Islam menjadi tuan rumah yang membantu menyiapkan segala sesuatu untuk saudara Katolik mereka. Sikap saling membantu ini mencerminkan keikhlasan dan kepedulian yang tinggi, seolah setiap perayaan keagamaan menjadi milik bersama seluruh warga dusun.

Yang menarik, umat Katolik di Tada memiliki bentuk penghormatan yang lebih mendalam. Mereka tidak mengonsumsi daging babi tepat di hari raya besar seperti Natal atau Paskah, demi menghormati umat Islam. Mereka baru akan mengolah daging tersebut beberapa hari kemudian dengan peralatan masak yang terpisah, agar tidak menyinggung perasaan siapa pun. Tindakan ini menjadi simbol betapa kuatnya rasa saling menghargai di antara mereka.

Pada perayaan Idul Adha, nilai kebersamaan di Dusun Tada semakin terasa. Daging qurban dibagikan kepada seluruh warga tanpa membedakan agama. Tidak ada yang merasa lebih berhak dari yang lain. Semua menerima bagian dengan penuh rasa syukur, karena mereka tahu bahwa daging itu bukan hanya hasil dari pengorbanan, tetapi juga lambang persaudaraan dan kebersamaan.

Dari Dusun Tada, kita belajar bahwa toleransi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang kesediaan untuk memahami dan menghormati satu sama lain. Masyarakat di sana menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan tidak perlu menjadi alasan untuk berjarak. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa persaudaraan.

Dusun kecil ini mengajarkan kepada dunia bahwa kedamaian tidak selalu berasal dari tempat besar atau kebijakan megah, melainkan dari hati manusia yang mau hidup dalam harmoni. Toleransi di Dusun Tada adalah cermin bening tentang bagaimana perbedaan dapat berpadu menjadi keindahan, seperti pelangi yang hanya muncul karena warna-warna yang berbeda. (hanna)

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV ke SMA Negeri 1 Adonara Tengah

SMA Negeri 1 Adonara Tengah mendapat kehormatan atas kunjungan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Kabupaten Lembata, Flores Timur, dan Sikka yakni Bapak Rofinus Laga Lamaw

22/02/2026 04:20 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 7 kali
Rapat PGRI Cabang Adonara Tengah Digelar di SMA Negeri 1 Adonara Tengah

Adonara Tengah – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Adonara Tengah menggelar rapat koordinasi yang bertempat di SMA Negeri 1 Adonara Tengah, pada Senin, 26 Januari

29/01/2026 09:30 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 31 kali
Temu Pisah Guru dan Tukar Kado Warnai Perayaan Natal dan Tahun Baru di SMA Negeri 1 Adonara Tengah

Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, keluarga besar SMA Negeri 1 Adonara Tengah menggelar kegiatan temu pisah guru yang dirangkaikan dengan tukar kado dalam rangka merayaka

07/01/2026 09:08 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 53 kali
SMA Negeri 1 Adonara Tengah Berikan Beasiswa kepada Peserta Didik Berprestasi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026

SMA Negeri 1 Adonara Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan prestasi akademik peserta didik melalui pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi pada semest

07/01/2026 09:05 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 88 kali
Peserta Didik SMA Negeri 1 Adonara Tengah Raih Juara 1, 2, dan 3 Lomba Pidato Bahasa Inggris Peringatan Hari Guru 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMA Negeri 1 Adonara Tengah. Dalam perlombaan pidato Bahasa Inggris yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Gur

20/12/2025 12:49 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 68 kali
Semua Guru Tampilkan Tarian Dolo-Dolo Khas Flores Timur Usai Upacara Peringatan Hari Guru 2025

Setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Guru Tahun 2025, seluruh guru yang hadir menampilkan tarian Dolo-Dolo, tarian tradisional khas Flores Timur, sebagai bentuk ungkapan sukaci

20/12/2025 12:47 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 16 kali
Guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah Ikuti Upacara Hari Guru PGRI Kecamatan Adonara Tengah di SDK Lite

Guru-guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah mengikuti Upacara Peringatan Hari Guru yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Adonara Tengah pada 25 Novemb

20/12/2025 12:45 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 32 kali
Guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah Meriahkan Karnaval Hari Guru PGRI Kecamatan Adonara Tengah

Guru-guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah turut memeriahkan kegiatan Karnaval Hari Guru yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Adonara Tengah pada 24

20/12/2025 12:43 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 10 kali
Guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah Hadiri Konfercab PGRI Kecamatan Adonara Tengah di SDI Kenotan

Para guru SMA Negeri 1 Adonara Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Konferensi Cabang (Konfercab) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Adonara Tengah yang diseleng

20/12/2025 12:40 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 14 kali
Harmoni Di Dusun Tada, Pulau Adonara: Cermin Toleransi Yang Menyejukkan

  OLEH : HANNA ASLAMIA SISWI KELAS X1 -F1 PROGRAM MIA SMAN 1 ADONARA TENGAH Di pelosok negeri, tersembunyi sebuah dusun kecil bernama Tada. Kampung ini berada di sebuah lembah

13/11/2025 11:39 - Oleh Mhd Amru Hidayat - Dilihat 96 kali